Cersex + Video : Nidurin Teman Pacarku Di Puncak

1166 views

Untuk cuplikan videonya di-scroll sampek bawah gan, baca dulu biar makin meresapi hehe.

Cersex : Namaku Hary bekerja disalah satu perusahaan retail ternama di kotaku Depokk. Hari ini hari pertamaku cuti, aku dan Mayang (samaran) pacarku merencanakan untuk liburan dengan menyewa sebuah Vila kecil di daerah puncak. untuk itu kami mengajak pula sahabat Mayang, Adel dan pacarnya Danu. sudah kami rencanakan memang untuk menikmati malam bersama pasangan masing-masing namun ada kejadian yg benar-benar membuatku merasa beruntung telah melakukan liburan bersama mereka.

perlu di ketahui aku adalah laki-laki pertama yg mencium bibirnya, menyentuh tubuhnya dan merenggut keperawananya. namun meski begitu kami jarang melakukan hubungan badan meski kami sudah cukup lama pacaran. Mayang banyak mempunyai teman yg menurutku cantik-cantik dan sexy namun ada satu yg menarik perhatianku Yaitu Adel , sudah sejak lama aku memimpikan bisa menjadi pacar Adel sahabat Pacarku itu atau minimal bisa sekali saja menidurinya.

Namun mau bagaimana lagi biar bagaimana juga dia adalah sahabat dekat Mayang, jadilah dia hanya menjadi Fantasy sex ku semata. pernah satu kali aq bertamu kerumahnya atas permintaan Mayang untuk mengambil barangnya yg tertinggal di rumah Adel, sesampai disana Adel keluar hanya dengan menggunakan hotpant dan tanktop tanpa menggunakan bra. membuat jantungku dag dig dug melihatnya, ketika aku mengamati tubuhnya Adel menyadari kenakalan mataku yg tengah “memperkosa” tubuhnya terutama bagian buah dadanya itu.

namun dia diam saja seolah membiarkan aku meresapi dalam-dalam kemontokan buah dadanya yg berukuran hanya 34b namun begitu kencang dan terawat. malah dia tersenyum nakal sambil sengaja membungkuk sehingga puting susunya yg berwarna pink dan sudah mengeras itu terlihat.

sepertinya dia juga menikmati di “perkosa” oleh mataku yg nakal ini. ingin sekali rasanya aku melumat puting itu dan merasakan tubuhnya namun apa daya saat itu di rumahnya sedang ramai jadi sempat ku tahan untuk nanti kulampiaskan dengan Mayang pacarku.

pagi itu kami berangkat bersama dengan menggunakan motor menuju vila yg sudah kami sewa di daerah puncak. sesampai disana kami menikmati pemandangan yg sangat sejuk sambil saling memeluk pasangan masing-masing. sampai sore hari kami memutuskan untuk kembali ke vila. di Vila yg kami sewa terdapat 3 kamar, satu kamar dibawah dengan kamar mandi terpisah dan dua kamar di atas dengan kamar mandi ada di dalam kamar. kami berdua memilih kamar diatas karena merasa lebih nyaman disana, sedangkan Adel dan Danu memilih kamar yg dibawah. setelah melihat-lihat kamar yg akan kami tempati dalam beberapa malam itu, kami memutuskan untuk masuk untuk kekamar masing-masing.

didalam kamar aku tidur di samping pacarku Mayang.

“yank enaknya ngapain nih?”
“emang ngapain yah?”

langsung saja ku dekap tubuh Mayang sambil ku lumat bibirnya yg sensual itu.

“nakal banget sih kamu yank”
“biarin, mumpung disini aq mau puas-puasin maen ma kamu yank”
“dasar,,, ya udah mulai lah jangan diem aja”
“oke,,,”

mula-mula Mayang pergi ke kamar mandi,

“mau ngapain?” pikirku.

rupanya Mayang mengganti pakaiannya dengan Lingery warna merah dengan celana G-string hitam dan bra minim yg menurutku sangat sexy

“wah udah persiapan ternyata”

sambil keluar dari kamar mandi Mayang meliuk-liukkan badannya menari dengan sangat sexynya menuju ranjang tempat aku merebahkan diriku. dengan perasaan dag dig dug aku menelan ludah melihat kelakuan pacarku yg sudah aku pacari hampir 4 tahun ini. karena selama kami pacaran belum pernah dia bertingkah agresif dan sensual seperti ini.

“ini aku lakuin cuma buat kamu yank, aku udah persiapin semuanya buat laki-laki yg akan menikahiku tahun depan nanti, yaitu kamu” ucap Mayang berbisik di telingaku

aku menjadi gugup sekaligus bergairah melihat tingkah Mayang.

langsung saja Mayang merebahkan tubuhku yg sempat bangun ketika melihat tingkah sensualnya. Mayang duduk diatas perutku sambil menari meliuk-liuk setelah sebelumnya menyalakan musik R’n B dari Handphonenya.

“kamu udah siap baby,,?”

langsung saja Mayang melumat bibirku sambil menggoyangkan pinggulnya diatas kemaluanku yg masih terbalut boxer hitamku.

dibukanya kaosku sambil Mayang menciumi leherku dilanjut dengan boxer hitamku yg menjadi pertahanan terakhirku, kemaluanku langsung saja menjulang tegak. Libido ku sudah di puncak badanku sudah mulai panas tanda nafsuku telah menguasai ragaku. Mayang melucuti lingery merah dan branya satu-persatu menyisakan G-string warna hitamnya yg sexy. langsung kudekap dia dan ku tindih badannya ku lumat lagi bibirnya sambil Mayang memulai permainan lidah andalannya kusambut dengan ganasnya

“mmphhttt,,,” Mayang mendesah

ciumanku mulai turun ke daerah lehernya sambil tanganku meremas lembut pada buah dadanya yg montok itu. lama sekali aku menjilati lehernya dengan sesekali kugigit dengan perlahan hingga aku sudah tdk sabar lagi untuk menikmati buah dadanya yg sudah menantang untuk segera disantap.

kuhentikan ciuman dan jilatankku pada lehernya kumainkan buah dadanya dengan sangat lembut sambil kujilati buah dadanya tanpa menyentuh putingnya, aku sengaja melakukannya untuk membuatnya penasaran.

“akhhh,,, shhhh,,, ayo yank hisap putingnya, puasin aku malam ini,,,” desah Mayang yg sudah dikuasai nafsu

ku usap putingnya dengan hidungku sehingga membuat desahan Mayang makin menjadi.

tiba-tiba Mayang memintaku untuk mengikat tangannya dan kuturuti permintaannya, kuambil ikat pinggangnya lalu ku ikat kan di kedua tangannya ujung satunya lagi kuikatkan ke tempat tidur diatas kepalanya.

melihat keadaanya seperti itu membuatku semakin bernafsu, langsung saja ku cium puting susunya kujilati sambil kuhisap dengan nafsunya. tanganku kembali bergerilya mencari setiap sudut daerah sensitifnya, sampailah di kemaluannya yg mesih terbalut g-string hitamnya kumasukkan tanganku kedalamnya membuat Mayang sedikit menjerit.

kupijat memeknya, kumainkan klitorisnya, tak tahan juga dia sambil berkata.

“yaaaaankkkk masukiiiinnn,,, aku dah gaaag tahaaan”

tanpa pikir panjang lagi, ku lepas G-string yg masih melekat ditubuhnya namun aku masih belum terburu-buru, ku jilati terlebih dahulu memeknya yg sudah becek itu.

“ooohgghhhh,,,, amphuuunnn yaaankkk, enaak bangeeet hisapan kamu, aku gag kuat,,, akhhhhh,,”

menengar celotehannya aku semakin bersemangat mengerjai memeknya, kujulurkan lidahku masuk ke lubang kemaluannya kugoyang-goyangkan disana membuat Mayang secara refleks ikut menggoyangkan pinggulnya menikmati permainan lidahku di memeknya yg sempit itu. kusumpal mulutnya dengan boxerku, karena takut terdengar oleh Adel dan Danu berada di kamar bawah, tak ada penolakan saat kumasukkan boxerku kedalam mulut Mayang.

“inilah saatnya sayang” ucapku sambil mengusap bibirku yg basah oleh cairan cintanya. kubuka ikatan Mayang diranjang namun masih mengikat kedua tangannya.

kugesek k0ntolku perlahan di klitoris Mayang

“hahhhhsssssss,,,” Mayang mendesah meski tertahan karena mulutnya yg tersumpal.

k0ntolku perlahan masuk kedalam lubang kenikmatan milik Mayang pacarku ini, kumasukkan sebatas kepala lalu ku keluarkan lagi, dan akhrnya “blesss” masuklah sudah batang k0ntolku, terasa sensasi yg sangat luar biasa dinding memeknya berkedut pelan kadang terasa menyedot k0ntolku meski saat itu aku hanya diam menikmati sensasi nikmat itu.

“Hayo hong hayg hoyg yan henceng (ayo dong sayang goyang yg kenceng)”
“memek kamu enak banget sih yank, nagih banget tau gag. udah lima kali aku entotin masih aja sempit gini”

Mayang hanya tersenyum sambil memejamkan matanya dan sedikit menggoyangkan pinggulnya, memberi aba-aba padaku agar juga menggoyangkan pinggulku.

Goyangankupun kumulai dengan pelan dan santai,

“sshhh ahhhhh” Mayang
“sempit banget, tititku gag bisa napas” Aku

10 menit sudah aku menggenjotnya dengan gaya misionaris, kubuka sumpalan dimulutnya, aku sudah tdk peduli suara kami akan terdengar oleh Adel dan Danu karena samar-samar aku juga mendengar desahan Adel yg sedang bertempur dengan Danu di kamar bawah.

kubalikkan badan Mayang kuangkat pinggulnya menjadi posisi Dogy pelan tapi pasti kumasukkan kembali k0ntolku ke veginanya yg sudah becek itu.

“plak,,, plak,,,, plok,,, ohhhhh aaahhhhh,,, ssshhhh mhhhh,,” ruangan ini sunyi yg terdengar hanya suara kelamin kami yg beradu mencapai puncak dan suara desahan Mayang yg sedikit tertahan namun begitu sexy terdengar, membuatku semakin bernafsu mengerjai Memeknya sambil tanganku meremas gemas payudaranya yg menggantung bebas dibawah sana.

“yank aku pengen diatas”
“oke sayang , yg seksi yah goyangnya..”

aku mencabut k0ntolku dari Memeknya kemudian membuka ikatan ditangan Mayang. Dengan sigap Mayang bangun dan mendorongku ke ranjang membuatku jatuh terlentang dan kemudian Mayang mulai mengangkangi pinggangku.

tubuhnya begitu sexy dengan rambut tergerai ke sebelah kiri payudaranya terguncang dengan indahnya mengikuti irama goyangannya.

“shhshhhh,,, ohhh,,, yeeeahhh,,, asssshhhh,,,” Mayang mendesah kencang sambil meremas-remas payudaranya sendiri.

cukup lama Mayang mengocok Memeknya diatas tubuhku hingga akhirnya untuk ke berapa kalinya Mayang mengalami orgasme,, tubuhnya menegang tegak sambil pinggulnya masih menggoyang k0ntolku, tangannya mencengkram kuat tanganku, Mayang memejamkan matanya ketika dia menghentikan goyangannya menikmati orgasmenya sambil berteriak agak kencang

“aaaaarggghhhttt,,,, aaakuuu keluar yaaankk aaaooohhhchhhchh,,”.

sesaat setelah badai orgasmenya mereda, tubuhnya lunglai jatuh diatas tubuhku, masih memejamkan matanya Mayang berkata “enak banget yank,, aku keluar banyak banget. sekarang giliran kamu ya yank, aku capek banget.”

“Oke,, mau kasar atau lembut yank??”
“terserah kamu aja yank, yg penting nikmat dan kamu puas”

kubalikkan tubuh Mayang dan kuangkat pinggulnya menyerupai posisi Doggy style. mula-mula ku gesek-gesek ujung k0ntolku di klitorisnya membuat Mayang melenguh kegelian,

lalu dengan sekali sentakan keras ku masukkan k0ntolku ke dalam memeknya. Mayang agak kaget menerima tusukanku yg tiba-tiba itu, Mayang sedikit mengeluarkan air mata,

“sakit ya yank?? aku pelan aja deh”
“gapapa yank aku suka,,,”

lama kami bermain di Dogy style akhirnya aku merasakan ada sesuatu yg ingin keluar di kemaluanku,

“akhggghhhh yank aku mau keluar,,,” teriakku
“aku juga yaaankkkk,,,” disusul teriakan Mayang

tubuh Mayang mengejang tak karuan menandakan orgasmenya telah datang dan ku tanamkan k0ntolku dalam-dalam di Memek Mayang kami berdua berteriak agak keras meneriakkan kenikmatan yg kami dapatkan bersama-sama..

akhirnya tubuhku melemah menindih tubuh Mayang yg juga lemas menahan kenikmatan yg tiada taranya,, kami tersenyum puas, K0ntolku perlahan mengecil dan keluar dengan sendirinya dari Memek Mayang disusul spermaku yg meleleh melalui lubang nikmat Mayang, terlihat sangat sexy menurutku. lalu setelah pergumulan nikmat sore itu kami tertidur dengan masih telanjang bulat.

Malam hari telah tiba aku terbangun karena merasakan dinginnya udara puncak yg gerimis malam itu, kulihat Mayang tertidur sangat pulas karena kelelahan, kulihat di Memek Mayang masih ada bercak bekas spermaku yg meleleh tadi, kuambil tisu basah lalu ku basuh sambil ku bersihkan memeknya,, itu membuatku bernafsu lagi, namun kuurungkan niatku karena melihat wajah Mayang yg terlihat sangat lelah, , ku pakaikan dia lingery merah yg tadi di pakainya, namun Mayang masih saja terlelap dalam tidurnya.

tiba-tiba perutku terasa sangat lapar, setelah memakai kaos dan boxer GT Man tanpa mengenakan celana dalam lagi aku turun kebawah berniat untuk memasak mie instant, ketika menuruni tangga aku lihat kamar mandi bawah lampunya menyala dan terdengar suara kucuran air, mungkin Danu kupikir, jadi ku lewati saja dan langsung menuju dapur. ketika sedang memasak mie instant aku mendengar suara air di kamar mandi berhenti dan terdengar pula suara pintu kamar mandi yg terbuka.

setelah agak lama tiba-tiba jantungku berdebar, wajahku memerah aku terkejut ketika sepasang tangan melingkar di pinggangku, perlahan turun menuju k0ntolku yg mendadak menonjol mengingat birahiku yg kutahan melihat Mayang pacarku tadi, aku terenyum dan perlahan membalikkan tubuhku, alangkah terkejutnya aku ketika yg kulihat dihadapanku bukan Mayang, Melainkan Adel sahabat pacarku, dan yg bikin aku terkejut lagi adalah pakaian yg dikenakan olehnya. Malam itu Adel mengenakan seragam SMA dengan Rok abu-abu yg berada beberapa senti diatas lututnya.

“mm,,Aaa,,delll???” kataku agak keras

tiba-tiba Adel menutup bibirku dengan tangannya, sambil menunjukkan wajahnya yg memerah malu sambil berkata,,

“Sss,,Orryy,,, aku kira Danu” sambil matanya masih melirik kearah k0ntolku,

kami terdiam agak lama, untuk mencairkan suasana aku berinisiatif memulai pembicaraan

“ummhh,,, Kmu mau masak Mie Instant juga Del??, aku juga lagi masak Mie nih mau sekalian??”
“Eh,,, ummhh,, iya aku laper,,” ujar Adel

astaga senyumnya,,,,

“oh ya udah kamu duduk aja nonton tv nanti sekalian aku yg masakin gimana??”
“oke deh”

Adel duduk di sofa sambil menyalakan TV

aku memasak mie dengan hati berdebar,

“ngapain Adel pake seragam SMA???” pikirku,

Adel sedang menonton TV ketika ku suguhi semangkok Mie Instant

“nih Del, Makan dulu,,,”
“tq ya,,,”

selesai makan Adel merapikan sisa-sisa hidangan malam kami dan kembali duduk di depan TV , saat itu sudah pukul 00.35 pagi. kami masih saling terdiam ketika Adel memulai pembicaraan kami,

“ummhh,,, Ry, yg tadi sorry ya, aku kira tadi Danu,,”
“eh,, gapapa Del, mhh Btw kamu kok pake seragam SMA?? gag pake bra lagi,,” tanyaku dengan penasaran
“uhh kamu ngintip ya dari tadi? Hmm,, iya ini permintaan Danu,,”
“gak ngintip kok Del cuma keliatan,, hehehe,, Hmm kamu keliatan kayak ABG beneran Del,,”
“masa sih kamu bandel yah, ntar aku aduin ke Mayang lho”
“ya jangan lah cukup kita aja yg tau,, hehehe, eh aku tidur duluan ya,,”
“oh iya deh, makasih ya Mie Instantnya,,”

aku melangkah ke kamar dengan gelisah memikirkan Adel, dikamar disamping Mayang aku masih saja gelisah tdk bisa tidur sambil menggenggam HP ku berniat untuk menelpon Adel namun aku ragu, namun ditengah keraguanku HPku berdering ketika ku buka aku terkejut ketika ada sms dari Adel masuk, ku baca.

“Ry, Trims ya Mie Instantnya, aku jadi bingung mau balesnya pake apa??”
“ummm gapapa Del, Emang mau bales apa??” Balasku
“mhhh,, Mayang dah tidur belum???”
“udah nih pules banget dia,, kenapa??”
“kamu kebawah lagi ya ke ruang TV,, aku tunggu,”

setibanya di ruang TV,

“ada apa Del??”
“aku mau bales kebaikan kamu malam ini”
“dengan???”
“cc,,iiumm,,”
“haah,, kamu gag salah Del???”
“iya bener, kamu gak mau ya???”
“ehh mau,, mau banget”
“nah ya ketauan ngarep ya dari tadi??”

wajahku memerah merasa telah ketauan apa yg aku inginkan

perlahan Adel memejamkan mata membuat aku bingung harus bagaimana, lalu kuberanikan diri untuk menciumnya perlahan,,

Adel menghela nafas ketika bibir kami bertemu, tanpa basa-basi kami membuka mulut masing-masing dan saling bertaut lidah dengan hotnya,,

“ummhhhh Ryy,,,,” Adel mendesah sambil merapatkan tubuhnya.

melihat itu tanganku tak tinggal diam, ku usap pipinya lalu ke leher dan memcoba menyentuh payudaranya, namun ada penolakan oleh tangan Adel, aku melepaskan tautan lidahku di lidahnya sambil menatapnya, namun kepalaku kembali ditarik olehnya dan kembali kami terlibat dalam pergumulan yg cukup panas.

aku sudah tak tahan lagi, kurebahkan tubuhnya di sofa yg kami duduki, tak ada penolakan berarti darinya. ku beranikan diri untuk kembali menyentuh payudaranya, kini Adel yg melepaskan pergumulan kami dan menatap mataku nanar,,

tiba-tiba Adel memelukku dan berkata

“aku cek Danu dulu, dia masih tidur gag, tunggu disini ya,,”

aku yg tadinya menindihnya perlahan bangkit dan duduk di sofa ketika Adel bangkit dan agak berlari menuju kamarnya.

beberapa menit kemudian Adel kembali ke sofa tempat ku duduk.

“Sorry agak lama Ry, Danu pules banget tidurnya jadi kita bebas deh,,,”
“Adel ,,, senyumnya bikin gua meleleh ,,, bakal capek gua nih malem,,, hedeuh,,,’ ucapku Membatin
“kamu mau mulai dari mana Ry??? malam ini aku milik kamu,,,”
“kamu keliatan binal banget Mell

aku suka liatnya..”

Adel kembali menyunggingkan senyuman manisnya sambil perlahan berjalan ke arahku,, dia membuka kacing kemeja sma nya satu per satu tanpa melepaskan kemejanya,,

“Glek,,,,” darahku berdesir melihat pemandangan yg sejak lama ingin aku lihat itu.

Adel mendorong tubuhku ketika aku hendak berdiri menghampirinya,,,

“kan aku mau berterima kasih ma kamu, jadi kamu diem aja, biar aku yg layani kamu,,”

Adel mengangkat rok abu-abunya, meloloskan celana dalam model G-string yg dia pakai dan mengusapkan ke wajahku, aromanya luar biasa nikmat,, aku mencoba menjulurkan lidahku merasakan aroma nikmat itu,,,

“bungkusnya aja nikmat gimana isinya Del??”

Adel menggigit bibirnya seakan menantangku untuk menikmatinya, namun aku tahan karena penasaran dengan permainan dia yg selanjutnya.

beberapa saat kemudian Adel bersimpun di hadapanku menerik boxerku dengan agak keras, sehingga k0ntolku mengacung tanpa halangan lagi. dikecupnya kepala k0ntolku membuatku menggelinjang kegelian. lalu dia mengeluarkan payudaranya yg lumayan montok itu. diarahkannya ke k0ntolku,, rupanya dia ingin mengocok k0ntolku dengan payudaranya. naik turun payudaranya dengan sesekali dia menjilati kepala k0ntolku, semakin tdk tahan aku dibuatnya.. beberapa menit kemudian Adel berdiri membuka kemejanya dan melemparnya jauh entah kemana bersama dengan rok abu-abunya, dan mulai melucuti kaosku, lalu dia berjalan menaiki sofa mengangkangiku, saat dia hendak berjongkok berniat memasukkan k0ntolku kedalam memeknya aku menahannya.

“tunggu Del, kali ini biar aku yg bekerja.:

Adel menurut dan duduk disampingku,

“lakukanlah, aku milikmu malam ini..”

kini ganti aku yg bersimpuh di depannya memegang pahanya dan membukanya lebar-lebar. kulihat Adel memejamkan matanya entah apa maksudnya..

kudekatkan bibirku ke memeknya, bau khas memeknya mulai tercium karena memeknya sudah sangat basah. langsung saja ku mulai permainan andalanku yg selalu membuat Mayang tdk berdaya namun kini kulakukan terhadap Adel.

“srhhuupppp,,, ”
“a…hhhhkkkk Ryy,,, ohhh,,,,”
“nikmati permainanku sayang,,,”

tangan Adel meremas rambutku sambil menggoyangkan pinggulnya sambil mendesah tak karuan.

“Ohhhhh,,,, sshhhh,,, aaahhhh,,”

tiba-tiba kepalaku dijepit oleh pahanya lalu tubuh Adel menegang lalu kejang-kejang, tak kusangka Orgasmenya sangat dahsyat hingga dari memeknya memuncratkan cairan cintanya dengan sangat deras hingga berceceran dibeberapa bagian wajahku.

ditariknya wajahku lalu dijilatnya hingga bersih, lalu Adel kembali duduk, tubuhnya melemas nafasnya tak karuan.

“ternyata bener kata Mayang”
“a,,apa Del??”
“iya Mayang pernah cerita katanya dia paling gag kuat kalo memeknya dijilatin ma kamu Ry,, ternyata bener aku gag kuat, sampe muncrat gitu, padahal aku baru pertama kali muncrat kaya gitu.”

aku tersenyum lalu bangkit mempersiapkan diri untuk melakukan serangan terakhir.

kulihat dimeja ada ikat pinggang kuambil lalu kuikatkan pada tangan Adel ke belakang punggungnya, dia diam saja.

pertama kuserang dia dari depan, masih dalam posisi duduk di sofa dengan keadaan tangan terikat di belakang kembali ku lebarkan pahanya perlahan ku tempelkan k0ntolku kememeknya, kugesek-gesek membuat Adel menggigit bibir menahan nikmat, kepala k0ntolku sudah hilang ditelan memeknya, Adel memejamkan matanya ketika seluruh K0ntolku mulai tertelan seutuhnya oleh Memeknya.

kudiamkan sebentar merasakan k0ntolku berada didalam Memek Adel, sama sempitnya dengan milik Mayang pacarku namun Adel lebih mahir memainkan Memeknya menyedot-nyedot k0ntolku.

kucoba mengatur ritme permainanku,memulai ritme 5 – 1. ku keluarkan k0ntolku hingga sebatas kepalanya, kumasukkan hingga setengah k0ntolku lalu kukeluarkan lagi hingga hitungan kelima, membuat Adel mendesah halus nan eksotis..

“sshhhh,,, hhaaaahhh,,, hooouuhhh,,,, heeennaaakkkhhh,,,”

dihitungan ke enam kuhentakkan k0ntolku dalam2 ke memeknya membuat Adel sedikit menjerit,,, lalu tersenyum penuh kenikmatan.

“akhhh,,,, sssshhhhhh,,,, hmmmmhhh”

ku ulang aksiku beberapa kali, bosan dengan gaya ini ku balikkan tubuh Adel dengan agak kasar ke posisi Doggy masih dengan tangan terikat layaknya wanita yg sedang di perkosa.

ku mulai menusukkan k0ntolku dari belakang Adel dengan agak kencang membuat mulut Adel membuka tanpa mengeluarkan suara sama sekali,

Kumulai lagi ritme 5 – 1 yg kulakukan tadi dengan sangat menggairahkan,, tiba-tiba Adel menggoyangkan pinggulnya maju mundur dengan cukup kerasnya, kuikuti permainannya hingga akhirnya Orgasmenya tiba, tubuh Adel terkulai tak berdaya, kupeluk tubuhnya dari belakang menjilati tengkuknya.

“kok lama kamu baru Orgasme Del??”

dengan nafas yg tersengal Adel menjawab

“aku udah Orgasme 3 kali sama inijadi 4 kali. capek banget aku dah gag kuat,,”

aku terkejut, ternyata saking asiknya aku melakukan ritme yg aku pelajari dari temanku itu membuatku tdk sadar akan orgasmenya yg sebanyak 3 kali itu.

wajah Adel nampak kelelahan ketika kembali ku angkat pahanya dan menusukkan k0ntolku ke memeknya dengan posisi miring. Adel memejamkan matanya kini saatnya ku tuntaskan permainanku, ku mulai ritme 2 -1 dengan cara yg sama,

“haaahh,,,,, hhhmmmmm,,, houuuhhh,,, akhhhh,,,,”

begitu desahan Adel ketika menerima permainanku,,

Kali ini kurasakan Memek Adel menekan dengan cukup keras, kulihat wajah Adel rupanya dia kembali orgasme, namun tdk ku hiraukan, aku melupakan ritme permainanku dan ku sodokkan k0ntolku ke memeknya dengan tdk beraturan dan keras. tubuh Adel terguncang2 tak karuan payudaranya bergerak ke atas ke bawah, kulihat Adel meneteskan air matanya, entah apakah dia merasakan sakit atau justru kenikmatan.

“Plok,,,pllloookk,,,,sllhhlleeepppp,,,”
“Del aku mau keluar,,,”
“aku juga mau orgasme lagi ry,, ”
“Boleh aku keluarin di dalem Del??”
“bbhhoolleehhhh,,,”
“kita keluarin bareng Del,,,”

tubuh Adel kembali mengejang menandakan orgasmenya akan segera tiba, ku sodok memek Adel lebih keras lagi dan pada akhirnya,,,

“croorrrttttt,,,crottttt”

spermaku muncrat di dalam rahim Adel hangat sekali ditambah lagi cairan cinta Adel yg nikmat dan empotan memek Adel yg luar biasa,,,

kami berpelukan dengan sangat erat, tubuh kamu basah berpeluh, k0ntolku menyusut keluar dari memek Adel dengan sendirinya.

“kamu nakal banget Ry,, lepasin iketannya dong aku capek,”
“oh iya sampe lupa saking enaknya.”

kami merapihkan pakaian kami kembali dan duduk di sofa tempat permainan panas kami tadi.

“makasih ya Del, kamu luar biasa,,”
“nggak aku yg terima kasih harusnya yg terima kasih malah jadi kamu yg kerja keras”
“hahahaha”

kami tertawa

“sebenernya dari dulu aku terobsesi ma kamu Del, eh sekarang kamu nyerahin diri sendiri.”
“kamu baik Ry, dan kamu juga pacar sahabatku, jadi aku percaya ma kamu untuk menyerahkan diriku.”
“makasih ya Del,” kami berciuman kembali,
“sekarang izinkan aku yg bekerja,”

Adel kembali membuka boxerku mengocok k0ntolku dan mengulumnya hingga k0ntolku memuncratkan isinya kembali.

Cuplikan Video :

Tags: #18+ #Cerita Dewasa #Cersex #Ngentot